Tahukah teman Rhino , kenapa kucing hutan ini paling banyak diburu?
Untuk menjawab pertanyaan diatas , teman Rhino dapat membaca 7 fakta kucing hutan blacan yang banyak diburu di Indonesia:
1. Kucing Hutan Hidup Berkelompok
Walaupun terkadang bersifat soliter , kucing hutan lebih sering dijumpai hidup berkelompok. Apalagi ketika berburu mangsa.
Fakta ini menjadikan mudahnya insan tak bertanggung jawab memburunya.
2. Tinggal di Gua atau Liang Batu
Tempat hidup habitat Kucing Hutan (Felis bengalensis) ialah hutan dan tempat hijau di erat perkampungan.
Kucing hutan membuat sarang di saya - saya yang kecil atau liang - liang batu.
Tidak mudah untuk menemukan habitat kucing hutan , namun sekali tertemukan , sarangnya terdapat 2 - 5 ekor kucing hutan.
3. Aktif di malam hari
Kucing hutan termasuk hewan yang aktif di malam hari atau disebut nocturnal untuk mencari makanan.
Pada siang hari kucing ini lebih banyak tidur.
Mangsanya berupa binatang - binatang kecil ibarat burung , kelelawar , tikus , ular , kadal dan kancil.
4. Mata yang memantulkan cahaya
Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang. Mereka memiliki selaput pelangi yang membentuk celah pada mata yang akan menyempit. Penyempitan ini juga mengurangi bidang pandang kucing. Suatu organ yang disebut tapetum lucidum digunakan dalam lingkungan dengan sedikit cahaya.
Organ inilah yang menjadikan warna-warni mata kucing ketika difoto dengan menggunakan blitz. Seperti kebanyakan predator , kedua mata kucing menghadap ke depan , menghasilkan persepsi jarak dan mengurangi besarnya bidang pandang.
Mata kucing memiliki persepsi trikomatik yang lemah.
5. Mampu mencari mangsa setelah lahir
6. Reproduksi lebih lama dari kucing kampung
7. Warna bulu yang khas
Tubuh Blacan cerdik balig cukup akal kurang lebih sama ukurannya dengan kucing biasa , sedangkan warna bulu kucing hutan bervariatif menurut daerah hidupnya. Di saerah selatan termasuk Indonesia cenderung berwarna dasar kuning kecoklatan ,
8. Ahli dalam memanjat
Ketangkasannya memanjat pohon dan kemahirannya berenang sangat membantu di dalam perburuannya mencari mangsa. Kucing hutan sering melompat dari atas pohon untuk menerkam mangsa di atas tanah. Makanan kucing hutan ini berupa hewan-hewan kecil ibarat tikus , kelinci , burung , serangga , dan amphibi.
9. Kumis sebagai detektor khusus
Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat , kucing akan menggunakan "kumis" atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan.
Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil , membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat. Kumis ini juga dapat digunakan oleh kucing untuk
menentukan apakah badannya dapat melewati ruangan yang sempit (seperti pipa) , sebab jarak antara kedua ujung kumis kucing hampir sama dengan lebar tubuhnya. Kumis yang terdapat di pipi kucing ini memiliki nama teknis vibrissae. Fungsinya ialah sebagai semacam sensor untuk berkomunikasi antar kucing. Selain itu kumis pada kucing juga berfungsi untuk membantu dalam beberapa hal , ibarat mengira-ngira apakah si kucing dapat melewati sebuah lubang sempit atau tidak.
Kumis pada kucing atau yang juga biasa disebut sebagai rambut taktil ini tebalnya dua kali bulu biasa. Dan perlu anda ketahui juga bahwa bergotong-royong rambut taktil ini tidak hanya berwujud sebagai kumis saja. Rambut taktil ini juga terdapat pada adegan atas mata dan adegan belakang kaki depan.
Selain itu rambut taktil ini juga menancap ke tubuh kucing tiga kali lebih dalam dibandingkan dengan akar bulu kucing yang lainnya dan akarnya dikelilingi oleh saraf-saraf dan pembuluh darah sehingga sangat sensitif terhadap sentuhan. Makara jangan sekali-kali mencoba mencabut kumis si kucing yak!!! Itu akan sangat menyakitkan.
Vibrissae ini akan membantu si kucing dalam memburu mangsa di malam yang gelap. Saat mangsa sudah dalam cengkeraman mulutnya , Vibrissae ini akan membantu si kucing untuk mendeteksi eksistensi mangsanya yang berikutnya.
Sedangkan pada dikala digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama kucing , vibrissae akan menyampaikan emosi si kucing. Saat kumis si kucing ke terdorong ke depan , berarti si kucing merasa ramah atau punya rasa ingin tahu. Sedangkan jikalau kumis si kucing tertarik kebelakang , sejajar dengan pipi , berarti si kucing menyampaikan sikap permusuhan defensif ataupun sikap agresif..
10. Dilindungi pemerintah
0 Response to "7 Fakta Kucing Hutan Blacan yang Banyak Diburu di Indonesia"
Posting Komentar